Friday, 27 April 2012

Twenty One

Jarak usia kita tak terlampau jauh namun mengapa keakraban kita semakin menjauh?
Ini adalah harimu. Hari dimana kamu muncul ke dunia 21 tahun yang lalu. Selamat ! Semua kebaikan kan kudoakan untukmu. Ingin rasanya aku bertemu langsung denganmu sekedar untuk berjabat tangan sambil mengucapkan “Selamat Ulang Tahun!”. Itu tak mungkin. Jarak memisahkan kita. Yang aku tau Bandung terlalu luas untuk mempertemukan kita.
Kau tau, lebih dari 365 hari sudah kita saling mengenal. Dan tak lebih dari 5 waktu kita bertemu. Jelas ini pertemuan singkat. Namun pendar itu semakin berkilau di kala mulut membisu sejuta kata. Tak ingin kujelaskan apa yang terjadi saat pertemuan singkat itu. Ya….
Bagaimana kabarmu? Agustus tahun lalu kita terakhir bertemu, bukan berarti adalah akhir pertemuan kita, kuharap tidak sama sekali. Hm.. Kau terlihat banyak berubah mulai dari rambut, behel, keaktifanmu di twitter,  tapi satu yg kulihat tidak berubah, senyummu. Mungkin kau tak pernah tau apa yang sering kulakukan semenjak kita ‘lost contact’. Mengeram rindu hingga aku tak tau kapan akan kudapatkan hasilnya. Berbicara mengenai rinduku, apa kau juga merasakan hal yang sama?
Seandainya kita bisa menjadi teman bermain bersama. Mungkin akan memperkecil tekanan rindu dalam hatiku, tapi tak menutup kemungkinan suhu hatiku naik ketika kau dekat dengan orang lain. Aku selalu menyesali, kenapa Tuhan tak membiarkan kita saling mengenal saat kita masih sebesar biji jagung? Kenapa ia mempertemukan kita saat kita sudah sebesar perkedel jagung? ._. *skip* atau kenapa Tuhan harus mempertemukan kita? Kalau saja aku tak bertemu denganmu, mungkin saat ini aku tak harus bertarung melawan gejolak batin yang menyeruak ingin bertemu denganmu. Bodoh. Harusnya aku bersyukur dapat bertemu denganmu. Kau memberi warna dalam kertas putihku. Dan yang baru aku sadari, dengan merindumu, aku belajar untuk sabar menunggu jawaban Tuhan.
hm…kau sekarang semakin dewasa dengan lakon kepala dua yang kau miliki. Yang kutakuti, kau akan segera berjalan ke pelaminan bersama orang lain. Usiamu masih muda, kuharap kau tak senekat itu. Lagipula, aku belum berhasil menghapus bayangmu yang terus bergelayut menghantuiku.
Sekali lagi, selamat ulang tahun untukmu. Kuharap ada sebuah keajaiban yang mempertemukan kita dalam keadaan berbahagia. Semoga kau semakin sukses dan sehat.

Dari Seseorang,
Aku.