Hari
itu harusnya menjadi sebuah kesempatan dimana aku dapat menjalin keakraban
dengannya. Tidak dapat kusembunyikan bahwa aku begitu mengharapkannya. Sudah
kupikirkan sebuah rencana yang menantang perasaanku. Sayangnya, masih
mengganjal keberanianku. Akhirnya, kuputuskan untuk memberinya ucapan basi
lewat salah satu jejaring sosial. Jantungku berdegup semakin kencang seolah
mengiringiku yang menanti ucapan balasan darinya. Cukup lama kumenanti hingga
akhirnya dia membalasku. Sebuah balasan singkat yang sungguh berarti buatku.
Kurasakan senyum bahagia terukir di hatiku. Senang melihat balasannya yang
menyebutkan namaku. Tapi, rasa itu cepat sekali sirna. Hanya dengan sebuah
kalimat yang dia posting untuk orang lain. Sebuah terimakasih biasa yang kurasa
itu sangat luar biasa. Kejutan spesial yang membuatku kepo.
Kutarik
nafas panjang agar sedikit rileks dalam mengepo.
Santai, agar sesuatu yang tidak kuinginkan terjadi tak membuatku geram.
Jleb!
Aku
syok melihat sebuah jawaban dari seseorang untuk terimakasihnya menggunakan
emot layaknya seorang kekasih. Kau mengerti kan? Emoticon tanda sayang sepasang kekasih.
Disitu hatiku seakan tercabik habis hanya karena emot dari titik dua dan
bintang. Bete sebete-betenya bercampur dengan kesal geram marah dan kecewa.
Tentu saja semua itu membuat mataku panas dan mengeluarkan cairan bening yang
dicap lemah. Itu keluar begitu saja seiring kadar kecewaku yang perlahan
menghancur-leburkan perasaanku.
Sebenarnya,
mungkin saja mereka tak ada hubungan apa-apa. Mungkin saja karena pertemanan
dekat mereka yang membuat si seseorang memberikan emot skandal itu. Tapi
rasanya aneh bila bukan siapa-siapa, dan tidak ada hubungan apa-apa dengan
terbuka memberikan emot-emot untuk ‘pasangan kekasih’. Bahkan TTM pun tak
pernah terang-terangan seperti itu.
Entahlah… Aku merasa terlalu kecil untuk memikirkan
dan menggalaukan hal seperti ini. Pacaran atau tidaknya mereka, ya sudah… Biar
kujadikan Dia cerita dalam buku harianku.
No comments:
Post a Comment