Friday, 4 May 2012

Mengeram Kesal

Hari itu harusnya menjadi sebuah kesempatan dimana aku dapat menjalin keakraban dengannya. Tidak dapat kusembunyikan bahwa aku begitu mengharapkannya. Sudah kupikirkan sebuah rencana yang menantang perasaanku. Sayangnya, masih mengganjal keberanianku. Akhirnya, kuputuskan untuk memberinya ucapan basi lewat salah satu jejaring sosial. Jantungku berdegup semakin kencang seolah mengiringiku yang menanti ucapan balasan darinya. Cukup lama kumenanti hingga akhirnya dia membalasku. Sebuah balasan singkat yang sungguh berarti buatku. Kurasakan senyum bahagia terukir di hatiku. Senang melihat balasannya yang menyebutkan namaku. Tapi, rasa itu cepat sekali sirna. Hanya dengan sebuah kalimat yang dia posting untuk orang lain. Sebuah terimakasih biasa yang kurasa itu sangat luar biasa. Kejutan spesial yang membuatku kepo.
Kutarik nafas panjang agar sedikit rileks dalam mengepo. Santai, agar sesuatu yang tidak kuinginkan terjadi tak membuatku geram.
Jleb!
Aku syok melihat sebuah jawaban dari seseorang untuk terimakasihnya menggunakan emot layaknya seorang kekasih. Kau mengerti kan? Emoticon tanda sayang sepasang kekasih. Disitu hatiku seakan tercabik habis hanya karena emot dari titik dua dan bintang. Bete sebete-betenya bercampur dengan kesal geram marah dan kecewa. Tentu saja semua itu membuat mataku panas dan mengeluarkan cairan bening yang dicap lemah. Itu keluar begitu saja seiring kadar kecewaku yang perlahan menghancur-leburkan perasaanku.
Sebenarnya, mungkin saja mereka tak ada hubungan apa-apa. Mungkin saja karena pertemanan dekat mereka yang membuat si seseorang memberikan emot skandal itu. Tapi rasanya aneh bila bukan siapa-siapa, dan tidak ada hubungan apa-apa dengan terbuka memberikan emot-emot untuk ‘pasangan kekasih’. Bahkan TTM pun tak pernah terang-terangan seperti itu.
Entahlah… Aku merasa terlalu kecil untuk memikirkan dan menggalaukan hal seperti ini. Pacaran atau tidaknya mereka, ya sudah… Biar kujadikan Dia cerita dalam buku harianku.

No comments:

Post a Comment